Sunday, August 23, 2026
MAINNEXT EVENT

Manajemen Logistik dan Persediaan, 24-25 September 2026

WEBINAR NASIONAL

Manajemen Logistik dan Persediaan Farmasi, Reagen, Gizi, Material Pemeliharaan Sarana/Alat, dan Barang Umum pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan berbasis Analisa Konsumsi, Epidemiologi, dan Nilai Ekonomis Berorientasi Keselamatan Pasien (Patient Safety) dan Keberlanjutan Layanan

Diselenggarakan oleh LPPK PT Utama Padma Qualiti bekerjasama dengan PT Widina Management Startidea

Webinar Online Menggunakan Aplikasi Zoom
Kamis, 24 September 2026 pukul 08.00-17.00 WIB
Jumat, 25 September 2026 pukul 09.00-17.00 WIB

SASARAN KOMPETENSI

Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta diharapkan memiliki kompetensi sebagai berikut:

  • Mampu menjelaskan prinsip, fungsi, dan siklus manajemen logistik serta persediaan pada fasilitas pelayanan kesehatan dengan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing jenis barang.
  • Mampu mengidentifikasi jenis dan karakteristik barang farmasi dan non-farmasi serta menentukan pendekatan pengelolaan dan sistem pergudangan yang sesuai, termasuk sistem sentral dan sistem induk-satelit.
  • Mampu menerapkan metode penilaian dan perlakuan persediaan serta beban material farmasi dan non-farmasi secara tepat, terukur, tertelusur, dan akuntabel.
  • Mampu menerapkan pendekatan lean melalui metode kanban-logistik untuk mendukung pengendalian biaya, peningkatan kualitas dan kinerja, pengurangan waste, serta pencegahan kekosongan persediaan.
  • Mampu menghitung dan menganalisis kebutuhan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai berdasarkan metode konsumsi, epidemiologi, dan nilai ekonomis sesuai karakteristik serta pola kebutuhan.
  • Mampu menganalisis pola perilaku dan faktor pemicu konsumsi barang logistik dengan mempertimbangkan data historis, lead-time, faktor risiko siklus logistik, kebutuhan pelayanan pasien JKN dan non-JKN, serta kebutuhan operasional lainnya.
  • Mampu menghitung dan menganalisis min-max, safety stock, forecasting, re-order point (ROP), dan economic order quantity (EOQ) pada berbagai kelompok barang logistik di fasilitas pelayanan kesehatan.
  • Mampu menerapkan strategi pengendalian dan manajemen risiko dalam siklus logistik, termasuk stock opname, pengendalian akurasi persediaan, permintaan, pembelian, penerimaan, distribusi, pemakaian, pengisian persediaan, penanganan barang kedaluwarsa, retur, dan pengendalian pemasok.
  • Mampu merancang indikator dan melakukan pengukuran kinerja manajemen logistik serta penilaian pemasok untuk mendukung mutu pelayanan, keselamatan pasien, efisiensi biaya, kinerja keuangan, dan keberlanjutan layanan fasilitas pelayanan kesehatan.
  • Latar Belakang
  • Tujuan
  • Pertanyaan Kunci
  • Sasaran Peserta
  • Narasumber
  • Susunan Materi
  • Biaya pendaftaran
  • Kontak informasi

Pengelolaan logistik dan persediaan merupakan bagian penting dalam manajemen fasilitas pelayanan kesehatan karena berhubungan langsung dengan kesiapan fasilitas dalam menyediakan berbagai kebutuhan untuk mendukung pelayanan yang aman, bermutu, efektif, dan berkesinambungan. Rumah sakit, klinik, puskesmas, apotek, laboratorium, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya memiliki kebutuhan logistik yang beragam, mulai dari sediaan farmasi, alat kesehatan, bahan medis habis pakai, reagen, bahan makanan gizi, bahan laundry dan sterilisasi, bahan teknik, material pemeliharaan sarana dan alat, hingga alat rumah tangga, alat tulis kantor, dan barang umum lainnya. Setiap jenis barang memiliki karakteristik, pola konsumsi, masa penggunaan, kebutuhan penyimpanan, serta tingkat risiko yang berbeda sehingga memerlukan pengelolaan yang terencana dan terkendali.

Dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan, pengelolaan fasilitas perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan pasien, keselamatan petugas, mutu pelayanan, efisiensi penggunaan sumber daya, serta keberlanjutan layanan. Ketersediaan material yang dibutuhkan dalam pelayanan harus dijaga agar tepat jenis, tepat waktu, tepat jumlah, tepat kondisi, dan sesuai dengan kebutuhan pelayanan. Sebaliknya, pengelolaan persediaan yang tidak tepat dapat menimbulkan penumpukan barang, pemborosan sumber daya, kerusakan, kehilangan, kedaluwarsa, maupun kekosongan persediaan yang dapat mengganggu proses pelayanan.

Pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan dengan pola pembayaran berbasis kasus, fasilitas pelayanan kesehatan juga menghadapi kebutuhan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam penggunaan sumber daya. Pendapatan fasilitas pelayanan kesehatan tidak seluruhnya bergerak seiring dengan volume pelayanan karena nilai pembayaran lebih didasarkan pada kasus pasien. Kondisi tersebut menuntut fasilitas pelayanan kesehatan untuk mampu mengendalikan penggunaan sumber daya secara tepat tanpa mengurangi mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Manajemen logistik menjadi salah satu bagian penting dalam upaya tersebut karena penggunaan material merupakan bagian dari proses operasional pelayanan kesehatan.

Pengelolaan persediaan perlu menjaga keseimbangan antara kebutuhan pelayanan dan efisiensi sumber daya. Persediaan yang terlalu tinggi menyebabkan terikatnya nilai sumber daya dalam bentuk barang serta meningkatkan risiko kerusakan, kehilangan, dan kedaluwarsa. Sebaliknya, persediaan yang terlalu rendah dapat meningkatkan risiko kekosongan barang yang dibutuhkan dalam proses pelayanan. Risiko tersebut perlu dikelola dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing barang, pola penggunaan, masa kedaluwarsa, persyaratan penyimpanan, sistem pergudangan, kebutuhan unit pelayanan, serta variasi kebutuhan pelayanan pasien.

Pengendalian risiko dalam manajemen logistik merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan keberlangsungan proses pelayanan di fasilitas pelayanan kesehatan. Risiko dapat muncul pada berbagai tahapan, mulai dari perencanaan kebutuhan, permintaan, pembelian, penerimaan, penyimpanan, distribusi, pemakaian, pengisian kembali persediaan, hingga penanganan barang kedaluwarsa dan retur. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme pengendalian yang mampu menjaga akurasi persediaan, memastikan kesesuaian jumlah dan kondisi barang, serta mendukung keterlacakan proses pengelolaan logistik. Mekanisme tersebut antara lain melalui stock opname, pengendalian pemakaian, pengendalian distribusi, serta pengendalian logistik dari pemasok.

Pengelolaan logistik juga perlu mempertimbangkan jenis dan karakteristik barang yang digunakan dalam pelayanan kesehatan. Sediaan farmasi, alat kesehatan, bahan medis habis pakai, reagen laboratorium, material radiologi, bahan makanan gizi, bahan laundry dan sterilisasi, bahan teknik, material pemeliharaan sarana dan alat, serta barang umum memiliki pola kebutuhan dan karakteristik yang berbeda. Perbedaan tersebut memerlukan pendekatan yang sesuai dalam perencanaan kebutuhan, penyimpanan, pengendalian persediaan, dan pemantauan penggunaannya agar ketersediaan barang tetap mendukung proses pelayanan.

Untuk mendukung pengelolaan tersebut, para pengelola rantai pasok, logistik, pembelian, dan persediaan perlu memahami siklus manajemen logistik, karakteristik barang, serta sistem pergudangan yang sesuai, baik sistem sentral maupun sistem induk-satelit. Pemahaman mengenai konsep Enterprise Resource Planning (ERP) secara praktis juga diperlukan untuk mendukung pengelolaan informasi dan proses logistik. Selain itu, pemahaman mengenai metode penilaian dan perlakuan persediaan serta beban material farmasi dan non-farmasi secara akuntansi diperlukan untuk mendukung akuntabilitas, transparansi, dan keterlacakan pengelolaan persediaan.

Pengendalian persediaan juga membutuhkan pendekatan yang mampu menyesuaikan kebutuhan dengan pola konsumsi dan karakteristik pelayanan. Metode konsumsi, epidemiologi, dan nilai ekonomis dapat digunakan sebagai pendekatan dalam menghitung kebutuhan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai. Pemilihan pendekatan perlu mempertimbangkan karakteristik barang dan pola kebutuhan pada fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu, pengelola logistik perlu mengenali pola perilaku (behavior) dan faktor pemicu (driver) konsumsi masing-masing barang dengan mempertimbangkan lead-time, faktor risiko dalam siklus logistik, kebutuhan pelayanan pasien JKN dan non-JKN, serta kebutuhan operasional lainnya.

Pengendalian persediaan selanjutnya perlu didukung dengan kemampuan melakukan perhitungan dan analisis min-max, safety stock, estimasi kebutuhan kuantitas dan biaya (forecasting), re-order point (ROP), dan economic order quantity (EOQ). Perhitungan tersebut dapat diterapkan pada berbagai kelompok barang, termasuk sediaan farmasi, alat kesehatan, bahan medis habis pakai, reagen dan bahan penunjang laboratorium serta radiologi, bahan makanan gizi, bahan laundry dan sterilisasi, bahan teknik, material pemeliharaan sarana dan alat, alat rumah tangga, alat tulis kantor, serta barang umum lainnya. Pendekatan tersebut diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan material, kebutuhan pelayanan, risiko kekosongan, dan efisiensi penggunaan sumber daya.

Pendekatan lean melalui metode kanban logistik juga dapat menjadi salah satu upaya dalam pengelolaan fasilitas pelayanan kesehatan. Penerapannya diarahkan untuk mengendalikan biaya, meningkatkan kualitas dan kinerja, mengurangi waste dalam kuantitas persediaan, waktu proses, dan mobilitas, serta mengurangi risiko kekosongan persediaan. Dengan pengelolaan yang terencana dan pengendalian yang tepat, manajemen logistik dapat mendukung kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menyediakan kebutuhan pelayanan sekaligus menjaga mutu, keselamatan pasien, efisiensi, dan keberlanjutan layanan.

Berdasarkan kondisi tersebut, peningkatan pengetahuan, kemampuan teknis, dan keterampilan pengelola logistik menjadi penting dalam mendukung manajemen fasilitas pelayanan kesehatan. Pemahaman mengenai siklus logistik, sistem pergudangan, metode perhitungan kebutuhan, pengendalian persediaan, manajemen risiko, serta pengukuran kinerja diharapkan dapat membantu fasilitas pelayanan kesehatan mengelola sumber daya secara lebih tepat dan terukur. Penguatan kemampuan tersebut pada akhirnya diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap ketersediaan kebutuhan pelayanan, pengendalian risiko, peningkatan mutu dan keselamatan pasien, efisiensi penggunaan sumber daya, serta keberlanjutan layanan fasilitas pelayanan kesehatan.

Tujuan Umum

Meningkatkan kompetensi peserta dalam mengelola logistik dan persediaan pada fasilitas pelayanan kesehatan secara efektif, efisien, terukur, dan berorientasi pada keselamatan pasien serta keberlanjutan layanan melalui pemahaman siklus manajemen logistik, sistem pergudangan, strategi pengendalian dan manajemen risiko, serta penerapan metode analisis kebutuhan dan pengendalian persediaan.

Tujuan Khusus

Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan peran dan fungsi manajemen logistik dalam menjaga keseimbangan antara pembelian, persediaan, dan pemakaian untuk menjamin ketersediaan barang yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan jumlah, kondisi, dan biaya yang tepat.
  2. Mengidentifikasi jenis dan karakteristik barang serta menjelaskan siklus manajemen logistik, menentukan sistem pergudangan yang sesuai, baik sistem sentral maupun sistem induk-satelit, serta memahami konsep Enterprise Resource Planning (ERP) secara praktis.
  3. Menerapkan metode penilaian dan perlakuan persediaan serta beban material farmasi dan non-farmasi secara tepat, terukur, tertelusur, dan sesuai dengan prinsip pengelolaan persediaan.
  4. Menjelaskan dan menerapkan pendekatan lean melalui metode kanban-logistik sebagai upaya pengendalian biaya, peningkatan kualitas dan kinerja, pengurangan waste, serta pencegahan risiko kekosongan persediaan.
  5. Menghitung kebutuhan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai dengan menggunakan metode konsumsi, epidemiologi, dan nilai ekonomis sesuai karakteristik dan pola kebutuhan.
  6. Menganalisis pola perilaku (behavior) dan faktor pemicu (driver) konsumsi barang logistik dengan mempertimbangkan lead-time, faktor risiko dalam siklus logistik, kebutuhan pelayanan pasien JKN dan non-JKN, serta kebutuhan operasional lainnya.
  7. Menghitung dan menganalisis persediaan min-max, safety stock, estimasi kebutuhan kuantitas dan biaya (forecasting), re-order point (ROP), dan economic order quantity (EOQ) pada berbagai kelompok barang logistik di fasilitas pelayanan kesehatan.
  8. Menerapkan strategi pengendalian dan manajemen risiko melalui perancangan prosedur stock opname, pengendalian akurasi persediaan, permintaan, pembelian, penerimaan, distribusi, pemakaian, pengisian persediaan, penanganan barang kedaluwarsa, retur, serta pengendalian logistik dari pemasok.
  9. Merancang indikator dan melakukan pengukuran kinerja manajemen logistik serta penilaian pemasok pada fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendukung peningkatan mutu, keselamatan pasien, efisiensi biaya, kinerja keuangan, dan keberlanjutan layanan.
  • Bagaimana menjalankan peran penting dan mewujudkan sasaran manajemen logistik di fasilitas pelayanan kesehatan (rumah sakit, klinik, puskesmas, apotek, laboratorium) dalam menjaga posisi optimum antara pembelian, persediaan, dan pemakaian dengan misi menyediakan barang yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan jumlah yang tepat, kondisi yang tepat, dengan biaya yang terjangkau?
  • Bagaimana mengidentifikasi jenis dan karakteristik barang, memahami siklus manajemen logistik, menentukan sistem pergudangan yang tepat (sistem sentral atau sistem induk-satelit), dan memahami konsep ERP (Enterprise Resource Planning)?
  • Bagaimana metode penilaian dan perlakuan persediaan dan beban material farmasi dan non-farmasi (umum) secara akuntansi?
  • Bagaimana konsep dan langkah implementasi metode kanban-logistik sebagai upaya kendali biaya; peningkatan kualitas dan kinerja; pengurangan waste dalam kuantitas persediaan, waktu proses, dan mobilitas; sekaligus juga menghindari risiko kekosongan persediaan?
  • Bagaimana konsep praktis dan teknik perhitungan kebutuhan sediaan farmasi, alat kesehatan, bahan medis habis pakai berdasar metode konsumsi, epidemiologi, dan nilai ekonomis?
  • Bagaimana menemu-kenali pola perilaku (behavior), faktor pemicu (driver) konsumsi masing-masing jenis barang logistik dengan mempertimbangkan lead-time, faktor risiko siklus logistik, dan keterkaitan dengan kebutuhan pelayanan pasien JKN dan non-JKN, serta kebutuhan operasional lainnya?
  • Bagaimana teknik perhitungan dan analisis persediaan min-max, safety stock, estimasi kebutuhan kuantitas dan biaya (forecasting), re-order point (ROP), dan economic order quantity (EOQ) terhadap masing-masing barang logistik, antara lain sediaan farmasi, alat kesehatan, bahan medis habis pakai; bahan material penunjang (laboratorium, radiologi, dll); bahan makanan gizi, bahan laundry dan sterilisasi; bahan teknik, alat rumah tangga, alat tulis kantor, dan barang umum lainnya?
  • Bagaimana implementasi strategi pengendalian dan manajemen risiko pada siklus logistik melalui desain prosedur mulai dari mekanisme stock opname, menjaga akurasi persediaan, prosedur permintaan, pembelian, penerimaan, distribusi barang, pemakaian barang, pengisian persediaan, barang kadaluarsa, retur, serta pengendalian logistik dari pemasok?
  • Bagaimana merancang indikator penilaian dan pengukuran kinerja manajemen logistik pada fasilitas pelayanan kesehatan agar dapat memicu kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja fasilitas pelayanan kesehatan secara kualitas maupun keuangan dalam upaya menjalankan misi keselamatan pasien dan menjaga sustainabilitas dan pertumbuhan usaha?
  • Pimpinan/Direksi dan para pengambil kebijakan di fasilitas pelayanan kesehatan (rumah sakit, klinik, puskesmas, apotek, laboratorium).
  • Manajer, kepala, atau staf pada bagian yang berkaitan dengan pengelolaan barang/persediaan dan logistik, misalnya bagian farmasi, umum, pembelian, logistik, rumah tangga, gudang, akuntansi, keuangan, perencanaan dan sistem informasi.
  • Manajer, kepala, atau staf pada service/production units pengguna barang/persediaan (Rawat Jalan, Rawat Inap, Bedah Sentral, Laboratorium, Radiologi, dll)
  • Mahasiswa Manajemen Rumah Sakit, pengajar, peneliti, atau pihak-pihak lain yang terkait.

Catatan :

  • Dapat diikuti secara perorangan atau tim/grup kombinasi: Pejabat Pengambil Kebijakan, Pengelola Logistik/Persediaan, Perencanaan dan Keuangan, Sistem Informasi, dan Unit-unit Kerja/Instalasi Pengelola dan Pengguna Barang.

Sasaran Profesi Peserta adalah seluruh nakes named nakes mencakup: (dapat dilihat pada halaman LMS Kementerian Kesehatan RI)

Dokter Umum
Dokter Gigi
Bidan Vokasi
Bidan Vokasi Level 5
Bidan Vokasi Level 6
Bidan Profesi
Perawat Vokasi
Ners
Ners Spesialis Keperawatan Komunitas
Ners Spesialis Keperawatan Anak
Ners Spesialis Keperawatan Maternitas
Ners Spesialis Keperawatan Medikal Bedah
Ners Spesialis Keperawatan Geriatri
Ners Spesialis Keperawatan Jiwa
Ners Spesialis Keperawatan Onkologi
Ners Spesialis Keperawatan Kardiovaskuler
Ners Spesialis Keperawatan Gawat Darurat Kritis
Perawat Vokasi Level 5
Perawat Vokasi Level 6
Tenaga Sanitasi Lingkungan
Tenaga Sanitasi Lingkungan Level 5
Tenaga Sanitasi Lingkungan Level 6
Tenaga Kesehatan Masyarakat
Tenaga Kesehatan Masyarakat Level 7
Tenaga Vokasi Farmasi
Tenaga Vokasi Farmasi Level 5
Tenaga Vokasi Farmasi Level 6
Tenaga Vokasi Analis Farmasi dan Makanan Level 5
Nutrisionis
Nutrisionis Level 5
Nutrisionis Level 6
Nutrisionis Level 8
Dietisien
Tenaga Teknologi Laboratorium Medik
Tenaga Teknologi Laboratorium Medik Level 5
Tenaga Teknologi Laboratorium Medik Level 6
Apoteker
Apoteker Spesialis
Psikolog Klinis
Fisioterapis
Fisioterapis Level 5
Fisioterapis Level 6
Terapis Okupasional
Terapis Okupasional Level 5
Terapis Okupasional Level 6
Terapis Wicara
Terapis Wicara Level 5
Terapis Wicara Level 6
Akupunktur Terapis
Akupunktur Level 5
Akupunktur Level 6
Perekam Medis dan Informasi Kesehatan
Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Level 5
Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Level 6
Teknisi Kardiovaskuler
Teknisi Kardiovaskuler Level 5
Teknisi Pelayanan Darah
Teknisi Pelayanan Darah Level 5
Refraksionis Optisien/ Optometris
Optometris Level 5
Optometris Level 6
Teknisi Gigi
Teknisi Gigi Level 5
Penata Anestesi
Penata Anestesi Level 5
Penata Anestesi Level 6
Terapis Gigi dan Mulut
Terapis Gigi dan Mulut Level 5
Terapis Gigi dan Mulut Level 6
Audiologis
Audiologis Level 5
Radiografer
Radiografer Level 5
Radiografer Level 6
Radiografer Level 8
Elektromedis
Elektromedis Level 5
Elektromedis Level 6
Elektromedis Level 8
Fisikawan Medik
Ortotik Prostetik
Ortotik Prostetik Level 5
Ortotik Prostetik Level 6
Ortotik Prostetik Level 7
Tenaga Kesehatan Tradisional Ramuan Jamu
Tenaga Kesehatan Tradisional Ramuan Jamu Level 5
Tenaga Kesehatan Tradisional Keterampilan
Tenaga Kesehatan Tradisional Interkontinental
Tenaga Kesehatan Tradisional Interkontinental Level 6
Epidemiolog Kesehatan
Epidemiolog Kesehatan Level 5
Epidemiolog Kesehatan Level 6
Epidemiolog Kesehatan Level 7
Pembimbing Kesehatan Kerja
Pembimbing Kesehatan Kerja Level 7
Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku
Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Level 5
Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Level 6
Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Level 7
Entomolog Kesehatan
Entomolog Kesehatan Level 5
Entomolog Kesehatan Level 6
Tenaga Kesehatan Tradisional Pengobat Tradisional
Tenaga Kesehatan Tradisional Pengobat Tradisional Level 5
Tenaga Kesehatan Tradisional Pengobat Tradisional Level 6
Tenaga Administratif dan Kebijakan Kesehatan
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Dokter Spesialis Anak
Dokter Spesialis Bedah
Dokter Spesialis Radiologi
Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Dokter Spesialis Patologi Klinik
Dokter Spesialis Patologi Anatomi
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik
Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi
Dokter spesialis kedokteran penerbangan
Dokter Spesialis Gizi Klinik
Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular
Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik
Dokter Spesialis Bedah Saraf
Dokter Spesialis Kelautan
Dokter Spesialis Urologi
Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika
Dokter Spesialis Neurologi
Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi
Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga
Dokter Spesialis psikiatri
Dokter Spesialis Mata
Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler
Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher
Dokter Spesialis Bedah Plastik dan Rekonstruksi Estetik
Dokter Spesialis Andrologi
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Dokter Spesialis Forensik dan Medikolegal
Dokter Spesialis Emergensi Medisin
Dokter Spesialis Onkologi Radiasi
Dokter Spesialis Akupuntur Medik
Dokter Spesialis Bedah Anak
Dokter Spesialis Farmakologi Klinik
Dokter Spesialis Parasitologi Klinik
Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer
Dokter Gigi Spesialis Ortodonti
Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial
Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak
Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi
Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia
Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut
Dokter Gigi Spesialis Periodonsia
Dokter Gigi Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi
Dokter Gigi Spesialis Odontologi Forensik
Dokter Gigi Spesialis Patologi Mulut dan Maksilofasial

Widiyas Hidhayanto, MBA, CPMA, ASEAN CPA

  • Praktisi Bisnis; Profesional Management Accountant; ASEAN Chartered Professional Accountant; Konsultan Manajemen Kesehatan (KMK); Konsultan Strategi, Costing, Bisnis Proses, Akuntansi, dan Keuangan pada beberapa RS Pemerintah/Swasta serta beberapa perusahaan nasional/multinasional.

Dr. apt. F.X. Bhakti Hendrakusuma, S.Si., MM, FCHMC

  • Apoteker; Dosen Program Pascasarjana (Manajemen, Ekonomi Kesehatan, Bisnis, dan Tata Kelola Fasilitas Kesehatan); Fasilitator dan instruktur utama Pelatihan & Sertifikasi Konsultan Manajemen Kesehatan (KMK); Pengurus Pusat IKKESINDO

Kegiatan ini akan dilaksanakan secara online menggunakan aplikasi zoom dangan penyajian materi disertai konsep praktis, simulasi, studi kasus, serta diskusi, sehingga diharapkan peserta dapat lebih mudah memahami dan sekaligus dapat menjadi media konsultasi dan berbagi pengalaman tentang permasalahan yang terjadi dan solusi di fasilitas pelayanan kesehatan.

  • Hari, tanggal: Kamis-Jumat, 24-25 September 2026
  • Waktu: Hari Pertama (24/09) Pukul 08.00-17.00 WIB dan Hari Kedua (25/09) Pukul 09.00-17.00 WIB
  • Media: Online menggunakan aplikasi zoom

SUSUNAN ACARA DAN MATERI

Waktu 

Materi

Hari Pertama, Kamis, 24 September 2026

08.00-08.10

Pembukaan

08.10-08.20

Sambutan

08.20-08.30

Penjelasan Tatalaksana Kegiatan

08.30-09.00

Pretest

09.00-09.45

Peran Penting dan Sasaran Manajemen Logistik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Rumah Sakit, Klinik, Puskesmas, Apotek, Laboratorium)

09.45-10.30

Jenis, Karakteristik Barang, Siklus Manajemen Logistik, Sistem Pergudangan Sentral, Sistem Pergudangan Induk-Satelit, dan Konsep Praktis ERP (Enterprise Resource Planning)

10.30-12.00

Metode Penilaian dan Perlakuan Persediaan dan Beban Material Farmasi dan Non-Farmasi (Umum)

12.00-13.00

Istirahat

13.00-14.30

Pendekatan Lean melalui Metode Kanban Logistik sebagai Upaya Kendali Biaya, Peningkatan Kualitas dan Kinerja

14.30-16.00

Konsep Praktis dan Teknik Perhitungan Kebutuhan Barang Farmasi Berdasar Metode Konsumsi, Epidemiologi, dan Nilai Ekonomis

16.00-17.00

Perhitungan Estimasi Kebutuhan Barang Farmasi dan Non-Farmasi

Waktu

Materi

Hari Kedua, Jumat, 25 September 2026

09.00-10.00

Konsep Praktis Persediaan Min-Max, Safety Stock, Re-Order Point (ROP), dan Economic Order Quantity (EOQ) dengan Mempertimbangkan Lead-Time dan Faktor Risiko Siklus Logistik

10.00-10.30

Ambang Batas Min-Max, Safety Stock, Estimasi Kebutuhan Kuantitas dan Biaya (Forecasting), dan Re-Order Point (ROP) pada Barang Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai

10.30-11.00

Ambang Batas Min-Max, Safety Stock, Estimasi Kebutuhan Kuantitas dan Biaya (Forecasting), dan Re-Order Point (ROP) pada Reagen/Bahan Laboratorium, Radiologi, dan Penunjang lainnya

11.00-11.30

Ambang Batas Min-Max, Safety Stock, Estimasi Kebutuhan Kuantitas dan Biaya (Forecasting), dan Re-Order Point (ROP) pada Bahan Makanan Gizi

11.30-12.00

Ambang Batas Min-Max, Safety Stock, Estimasi Kebutuhan Kuantitas dan Biaya (Forecasting), dan Re-Order Point (ROP) pada Bahan Laundry dan Sterilisasi

12.00-13.30

Istirahat

13.30-14.00

Ambang Batas Min-Max, Safety Stock, Estimasi Kebutuhan Kuantitas dan Biaya (Forecasting), dan Re-Order Point (ROP) pada Barang Teknik, Alat Rumah Tangga, Alat Tulis Kantor, dan Barang Umum Lainnya

14.00-14.45

Mekanisme Stock Opname, Menjaga Akurasi Persediaan, dan Jumlah Pemakaian

14.45-15.30

Strategi Pengendalian dan Desain Prosedur Permintaan, Pembelian, Penerimaan,  dan Distribusi Barang

15.30-16.15

Strategi Pengendalian dan Desain Prosedur Pemakaian Barang, Pengisian Persediaan, Barang Kadaluarsa, dan Retur

16.15-17.00

Pengukuran Kinerja Manajemen Logistik dan Penilaian Pemasok

17.00

Penutupan dan Post Test

 

Pilihan Biaya workshop per orang peserta

  • Rp 1.950.000,- /orang peserta.

SEGERA DAFTAR, TEMPAT TERBATAS

PENDAFTARAN:

  1. Pendaftaran dilakukan dengan klik ikon registrasi pada halaman webpage ini dan mengisi formulir pendaftaran.
  2. Setelah melakukan pendaftaran, akan mendapat konfirmasi melalui email yang didaftarakan saat registrasi. 
  3. Upload bukti transfer pada link registrasi atau dapat dikirimkan kepada nomor Whatsapp (WA) panitia Ina 08122932065. Pada bukti transfer harap mencantumkan nama peserta pada kolom berita.
    Pembayaran hanya melalui transfer ke rekening:
    • Bank BRI cabang Rawamangun Jakarta atas nama WIDINA MANAGEMENT STARTIDEA, No. Rek. 038601002131562
  4. Peserta yang terdaftar adalah peserta yang telah mengisi link formulir pendaftaran dan mengirimkan bukti transfer sebelum batas akhir masa pendaftaran. Pendaftaran akan ditutup akan ditutup apabila jumlah peserta telah mencapai batas maksimal yang ditetapkan.

Mengingat adanya keterbatasan kapasitas, mohon segera mendaftarkan diri.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 

  • Informasi Registrasi  : 0851–5989-4418 (Acel)
  • Informasi Webinar dan Pembayaran : 081-2293-2065 (Ina)


 

NEXT EVENT WIDINA MANAGEMENT

GALERY ALBUM KEGIATAN DAN PARTISIPAN

PT. WIDINA MANAGEMENT STARTIDEA

Leave a Reply

error: Content is protected !!
×